Ikan moonwalk Scalicus engyceros berjalan mundur di dasar Laut China Selatan

Ikan Moonwalk Terekam Berjalan Mundur di Laut Dalam

planetearthherald – Seekor ikan moonwalk dari laut dalam membuat ilmuwan melihat perilaku yang selama ini belum pernah terdokumentasi pada ikan. Hewan bernama Scalicus engyceros itu tertangkap kamera bergerak mundur di atas dasar laut tanpa membalikkan tubuhnya, sehingga gerakannya sekilas mengingatkan pada tarian moonwalk.

Rekaman tersebut berasal dari kawasan Laut China Selatan. Peneliti mengamati ikan berzirah itu menggunakan bagian sirip dadanya seperti kaki untuk menopang tubuh sekaligus melangkah di atas sedimen.

Yang membuat temuan ini lebih istimewa, berjalan menggunakan sirip sebenarnya bukan kemampuan yang sama sekali baru di dunia ikan. Namun, tim peneliti menyebut rekaman S. engyceros sebagai dokumentasi pertama ikan yang bergerak berjalan ke arah belakang.

Penemuan itu menambah daftar panjang perilaku mengejutkan dari hewan laut dalam. Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan bagaimana teknologi eksplorasi modern dapat mengungkap kemampuan satwa yang tidak terlihat ketika ilmuwan hanya mempelajari spesimen mati.

Ikan Moonwalk Ditemukan di Laut China Selatan

Tim dari Sun Yat-sen University dan Southern Marine Science and Engineering Guangdong Laboratory mengamati kelompok armored searobin atau ikan robin laut berzirah di bagian utara Laut China Selatan.

Para ilmuwan menjelajahi beberapa wilayah menggunakan kendaraan bawah laut. Penelitian mencakup kawasan seperti Xianbei Seamount, Zhongsha Islands, dan Shenhu Canyon.

Dalam pengamatan tersebut, mereka menemukan tiga spesies langka dari keluarga Peristediidae, yaitu:

  • Scalicus engyceros
  • Paraheminodus murrayi
  • Peristedion liorhynchus

Ketiganya memiliki bentuk tubuh tidak biasa. Namun, Scalicus engyceros menarik perhatian terbesar karena mampu bergerak menyamping sekaligus mundur di dasar laut.

Peneliti mengamati ikan-ikan tersebut pada kedalaman sekitar 350 hingga 500 meter. Pada lingkungan seperti itu, tekanan jauh lebih tinggi daripada permukaan dan cahaya matahari sudah sangat terbatas.

Mengapa Disebut Ikan Moonwalk?

Istilah ikan moonwalk tentu bukan nama ilmiah. Julukan itu muncul karena cara Scalicus engyceros menggeser tubuhnya ke belakang terlihat seperti gerakan moonwalk.

Ketika melakukan manuver tersebut, kepala ikan tetap mengarah ke depan. Namun, tubuhnya justru berpindah ke arah belakang dengan bantuan jari-jari sirip yang menyentuh dasar laut.

Selain mundur, ikan ini mampu bergeser ke samping. Gerak lateral tersebut lebih menyerupai kepiting atau udang daripada pola berenang ikan pada umumnya.

Tim peneliti sebelumnya sudah mengetahui bahwa kelompok armored searobin bisa menggunakan struktur sirip untuk bergerak di atas substrat. Akan tetapi, rekaman hidup memberikan bukti mengenai ragam gerakan yang sebelumnya sulit diketahui hanya melalui spesimen museum.

Bukan Ikan Pertama yang Bisa “Berjalan”

Ada satu hal yang penting agar temuan ini tidak disalahartikan. Scalicus engyceros bukan ikan pertama yang diketahui menggunakan sirip untuk bergerak seperti berjalan.

Sejumlah kelompok ikan memiliki adaptasi serupa dengan mekanisme berbeda. Yang menjadi sorotan penelitian kali ini ialah gerakan berjalan mundur yang terekam pada ikan hidup di habitatnya.

Karena itu, klaim “pertama kali” lebih tepat merujuk pada dokumentasi perilaku berjalan mundur tersebut, bukan pada kemampuan ikan berjalan secara umum. Siaran ilmiah yang menyertai studi menyebutnya sebagai observasi pertama ikan berjalan ke belakang.

Rahasia Ikan Moonwalk Ada pada Sirip Dadanya

Kemampuan unik ikan moonwalk berkaitan erat dengan struktur tubuh kelompok Peristediidae.

Pada ikan biasa, sirip dada terutama membantu mengendalikan arah, stabilitas, atau gerakan ketika berenang. Namun, beberapa jari-jari sirip pada armored searobin telah berkembang menjadi struktur bebas yang tebal dan cukup kaku untuk menyentuh dasar laut.

Struktur tersebut bekerja layaknya titik tumpu.

Ikan dapat menggerakkan jari-jari sirip untuk mendorong tubuh di atas sedimen. Sementara itu, sirip dada yang melebar ke samping membantu menjaga keseimbangan selama bergerak.

Bentuk tubuhnya semakin unik karena bagian luar tubuh dilengkapi lempengan keras. Ciri tersebut membuat anggota keluarga Peristediidae dikenal sebagai armored searobin atau armored gurnard.

Sirip Lebar Membantu Menjaga Keseimbangan

Sirip dada ikan ini melebar seperti bidang datar di kedua sisi tubuh. Bentuk tersebut tidak hanya berguna ketika ikan berenang.

Penelitian menunjukkan sirip itu juga membantu menstabilkan tubuh saat ikan bergerak di permukaan dasar laut. Dengan demikian, ikan dapat mempertahankan posisi ketika “melangkah” memakai jari-jari sirip yang telah termodifikasi.

Kemampuan tersebut sangat berguna bagi hewan bentik, yakni hewan yang banyak menghabiskan waktu di sekitar dasar laut.

Alih-alih terus berenang dan mengeluarkan energi, ikan dapat bergerak perlahan di permukaan sedimen saat mencari makanan.

Punya “Penggaruk” untuk Mencari Makanan

Keanehan tubuh ikan moonwalk tidak berhenti pada sirip.

Di sekitar bagian mulutnya terdapat barbels atau sungut bercabang. Jika dilihat dari depan, struktur tersebut menyerupai penggaruk kecil yang melebar.

Peneliti menduga bagian tersebut membantu ikan menyelidiki dasar laut. Sungut dapat memberikan informasi tentang lingkungan sekaligus membantu mendeteksi makanan di sekitar sedimen.

Kajian mengenai tiga armored searobin di Laut China Selatan menunjukkan bahwa barbels di bibir membentuk struktur menyerupai garu atau penggaruk ke arah samping. Ciri ini tidak mudah dipahami ketika peneliti hanya memeriksa spesimen yang sudah diawetkan.

Karena itu, pengamatan langsung memiliki nilai besar. Peneliti bukan sekadar melihat bentuk tubuh, tetapi juga memahami bagaimana setiap bagian tubuh bekerja ketika hewan masih hidup.

Bisa Melompat Cepat ketika Merasa Terancam

Meski terlihat berjalan santai di dasar laut, armored searobin bukan berarti kehilangan kemampuan bergerak cepat.

Ketika menerima gangguan, ikan dapat memanfaatkan kombinasi jari-jari sirip dada dan ekor untuk menjauh dengan cepat. Gerakannya tampak menyentak dan menyerupai udang yang melompat ketika terkejut.

Strategi tersebut memberikan dua pilihan gerak.

Saat kondisi aman, ikan dapat bergerak perlahan sambil menjelajah dasar laut. Sebaliknya, ketika menghadapi potensi ancaman, ikan bisa beralih ke gerakan cepat untuk melarikan diri.

Fleksibilitas itulah yang membuat anatomi kelompok ini menarik dari perspektif evolusi.

Teknologi yang Berhasil Merekam Ikan Berjalan Mundur

Merekam hewan pada kedalaman ratusan meter bukan pekerjaan sederhana. Peneliti membutuhkan perangkat yang mampu bertahan menghadapi tekanan tinggi dan beroperasi lama di lingkungan gelap.

Tim menggunakan kapal selam berawak Shenhaiyongshi serta kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh Haiqin.

Teknologi tersebut memungkinkan kamera mendekati hewan tanpa harus membawanya ke permukaan. Dengan demikian, ilmuwan dapat mengamati perilaku ikan langsung di lingkungan aslinya.

Pendekatan ini menjadi sangat penting dalam biologi laut dalam.

Spesimen yang tersimpan di museum dapat memberikan informasi tentang ukuran, tulang, bentuk tubuh, atau struktur organ. Namun, spesimen tersebut tidak dapat menunjukkan bagaimana hewan berjalan, mencari makan, bereaksi terhadap cahaya, atau melarikan diri.

Penelitian Ikan Moonwalk Terbit pada 2026

Penelitian bertajuk “Walking Fish” dipimpin Han Tian dari School of Marine Sciences, Sun Yat-sen University.

Artikel tersebut terbit secara daring di jurnal Ocean-Land-Atmosphere Research pada 30 Juli 2026 dengan DOI 10.34133/olar.0172.

Penelitian terkait sebelumnya juga terbit pada April 2026 di Journal of Fish Biology. Kajian itu mendokumentasikan tiga armored searobin langka di Laut China Selatan dan menjelaskan perilaku berjalan serta morfologi mereka ketika masih hidup.

Observasi langsung itu memperkuat satu pelajaran penting: bentuk tubuh tidak selalu cukup untuk menjelaskan fungsi biologis.

Kadang-kadang, ilmuwan baru memahami kegunaan suatu struktur setelah melihat hewan menggunakannya di habitat sebenarnya.

Mengapa Temuan Ikan Moonwalk Penting bagi Sains?

Sekilas, melihat ikan mundur mungkin hanya terasa seperti tontonan unik. Namun, bagi ahli biologi, perilaku semacam ini dapat memberikan petunjuk mengenai proses adaptasi.

Hewan laut dalam menghadapi lingkungan yang berbeda dari ikan permukaan. Cahaya sangat terbatas, sumber makanan dapat tersebar, suhu cenderung rendah, dan kondisi dasar laut berbeda-beda.

Karena itu, setiap kelompok mengembangkan strategi untuk bertahan hidup.

Pada armored searobin, perubahan fungsi sirip kemungkinan memberikan keuntungan ketika mencari mangsa di dasar laut. Sungut bercabang juga membantu ikan berinteraksi dengan sedimen di lingkungan yang penglihatannya terbatas.

Peneliti Han Tian menilai pengamatan hewan laut dalam dalam keadaan hidup dapat membuka pemahaman baru mengenai adaptasi dan evolusi. Timnya ingin mempelajari lebih lanjut hubungan antara struktur seperti penggaruk, pola berjalan, dan strategi mencari makan pada ikan bentik.

Laut Dalam Masih Menyimpan Banyak Misteri

Laut dalam merupakan salah satu habitat paling sulit dijangkau manusia.

Akibatnya, sebagian pengetahuan tentang penghuninya selama bertahun-tahun berasal dari individu yang tertangkap jaring, terdampar, atau disimpan sebagai koleksi ilmiah.

Kemajuan kendaraan bawah air mulai mengubah situasi tersebut.

Kini, ilmuwan dapat melihat bagaimana makhluk laut dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Mereka bahkan bisa menemukan perilaku yang sama sekali tidak terlihat dari bentuk tubuh hewan yang sudah diawetkan.

Kasus ikan moonwalk menjadi contoh jelas.

Spesies Scalicus engyceros sendiri bukan hewan yang baru ditemukan pada 2026. Namun, kamera bawah laut memperlihatkan sisi perilakunya yang selama ini tersembunyi.

Bahkan kajian Peristediidae mencatat spesies kelompok tersebut tersebar di kawasan Pasifik. Para peneliti menduga penyebaran larva melalui arus laut, termasuk arus ekuatorial dan Indonesian Throughflow, dapat membantu menjelaskan luasnya distribusi mereka.

Jangan Bayangkan Ikan Benar-Benar Punya Kaki

Istilah “berjalan” dalam berita sains kadang menimbulkan gambaran seolah-olah ikan memiliki kaki seperti hewan darat.

Faktanya, struktur yang digunakan S. engyceros merupakan bagian sirip yang telah termodifikasi.

Gerakannya memang menghasilkan fungsi seperti berjalan karena struktur itu berkontak dengan dasar laut, menopang tubuh, lalu membantu menghasilkan perpindahan.

Namun, secara anatomi struktur tersebut tetap berasal dari sirip ikan.

Penjelasan ini penting karena adaptasi biologis sering memanfaatkan bagian tubuh lama untuk fungsi baru. Evolusi tidak harus menciptakan organ dari nol.

Fakta Singkat Ikan Moonwalk

Berikut beberapa fakta utama dari temuan tersebut:

  • Nama ilmiahnya Scalicus engyceros.
  • Termasuk keluarga Peristediidae.
  • Kelompoknya dikenal sebagai armored searobin.
  • Hidup sebagai ikan dasar atau bentik.
  • Diamati di Laut China Selatan.
  • Pengamatan dilakukan pada kedalaman sekitar 350–500 meter.
  • Jari-jari sirip dada berfungsi sebagai penopang saat berjalan.
  • Ikan dapat bergerak menyamping.
  • Ikan juga terekam berjalan mundur.
  • Gerakan mundurnya kemudian populer disebut mirip moonwalk.
  • Peneliti memakai HOV dan ROV untuk mengamatinya secara langsung.
  • Temuan tersebut membantu ilmuwan memahami adaptasi ikan laut dalam.

Kesimpulan

Rekaman ikan moonwalk Scalicus engyceros menunjukkan bahwa masih banyak perilaku hewan laut yang belum pernah manusia lihat secara langsung.

Kemampuan bergerak mundur, berjalan menyamping, menggunakan jari-jari sirip seperti kaki, dan memanfaatkan sungut untuk menjelajah dasar laut menunjukkan betapa khususnya adaptasi armored searobin.

Lebih jauh, penemuan ini juga menegaskan pentingnya eksplorasi laut dalam dengan kendaraan modern. Pengetahuan mengenai seekor ikan dapat berubah drastis ketika ilmuwan akhirnya melihat hewan tersebut hidup dan bergerak di habitatnya.

Laut dalam masih menyimpan wilayah luas yang minim pengamatan. Karena itu, bukan tidak mungkin ekspedisi berikutnya kembali merekam perilaku hewan yang sebelumnya dianggap mustahil.