Pohon Berjalan Socratea, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter?
planetearthherald – Bayangkan masuk ke hutan hujan tropis, menandai posisi sebuah pohon, lalu kembali beberapa tahun kemudian dan mendapati pohon itu sudah bergeser. Kisah semacam itulah yang membuat pohon berjalan Socratea menjadi salah satu tumbuhan paling misterius di Amerika Tengah dan Selatan.
Spesies bernama ilmiah Socratea exorrhiza ini memiliki akar panjang yang keluar dari batang lalu menancap ke tanah seperti kaki-kaki penyangga. Karena bentuk tersebut, muncul cerita bahwa pohon dapat menumbuhkan akar baru ke arah tertentu, membiarkan akar lama mati, lalu perlahan “berjalan” mencari cahaya.
Bahkan, klaim yang beredar menyebut pohon ini mampu bergeser hingga 20 meter dalam setahun. Namun, ketika cerita itu diperiksa melalui penelitian botani, kenyataannya jauh lebih rumit.
Bukti ilmiah modern belum menunjukkan bahwa Socratea exorrhiza dewasa benar-benar berjalan melintasi lantai hutan seperti yang populer diceritakan. Para peneliti justru melihat akar uniknya sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan penyangga tubuh.
Apa Itu Pohon Berjalan Socratea?
Pohon berjalan Socratea merupakan palma tropis dari keluarga Arecaceae dengan nama ilmiah Socratea exorrhiza. Royal Botanic Gardens, Kew mencatat spesies ini sebagai tumbuhan yang diterima secara taksonomi dan hidup terutama di bioma tropis basah.
Sebarannya cukup luas. Tumbuhan ini tercatat secara alami mulai dari Nikaragua bagian tenggara hingga kawasan tropis Amerika Selatan.
Populasinya terdapat di sejumlah negara, antara lain:
- Nikaragua
- Costa Rica
- Panama
- Kolombia
- Venezuela
- Ekuador
- Peru
- Bolivia
- Guyana
- Suriname
- Guyana Prancis
- wilayah utara dan timur laut Brasil
Dengan demikian, menyebutnya semata-mata sebagai “pohon Amazon” sebenarnya kurang lengkap. Socratea exorrhiza juga tumbuh di hutan tropis Amerika Tengah.
Hal paling mencolok dari spesies tersebut berada di bagian bawah batangnya. Alih-alih terlihat langsung menancap ke tanah seperti kebanyakan pohon, batang Socratea berdiri di atas sederet akar miring.
Akar tersebut dikenal sebagai stilt roots, atau akar tunjang dan akar penyangga. Bentuknya membuat pohon seolah memiliki kaki panjang.
Dari Mana Mitos Pohon Berjalan Socratea Berasal?
Cerita mengenai pohon berjalan Socratea tidak muncul tanpa alasan. Akar tumbuhan ini memang terus mengalami perubahan sepanjang hidupnya.
Akar baru dapat muncul, sementara akar yang lebih tua akhirnya mati. Jika hanya melihat perubahan struktur akar dari waktu ke waktu, seseorang mudah membayangkan pohon sedang memindahkan titik tumpunya.
Kemudian muncul gagasan yang lebih dramatis. Pohon disebut menumbuhkan akar baru menuju bagian tanah yang lebih terang atau lebih stabil, lalu meninggalkan akar di belakangnya.
Menurut tinjauan ilmiah Smithsonian yang diterbitkan pada 2024, keyakinan populer tentang kemampuan Socratea exorrhiza memindahkan batangnya secara lateral memang sudah lama beredar. Akan tetapi, klaim bahwa pohon dewasa mampu “berjalan” dengan mekanisme tersebut masih belum memperoleh bukti yang meyakinkan.
Teori “Berjalan” Sudah Muncul Sejak 1980
Salah satu sumber awal gagasan ini berasal dari tulisan John H. Bodley dan Foley C. Benson pada 1980.
Mereka mengamati bahwa palma muda yang jatuh akibat gangguan seperti pohon atau dahan tumbang dapat membentuk akar kembali dan menghasilkan batang utama baru. Posisi batang yang kembali tegak akhirnya dapat berbeda dari titik pertumbuhan sebelumnya.
Namun, ada perbedaan besar antara mekanisme tersebut dengan klaim bahwa pohon dewasa terus “melangkah” melintasi hutan.
Tinjauan Smithsonian menjelaskan bahwa fenomena pada tanaman muda yang roboh tidak sama dengan cerita populer mengenai palma dewasa yang sengaja menggeser dirinya menggunakan akar. Bahkan, kemampuan tumbuhan untuk berakar atau tumbuh kembali setelah roboh juga tidak eksklusif milik Socratea.
Benarkah Pohon Berjalan Socratea Bisa Pindah 20 Meter?
Jawaban berdasarkan bukti ilmiah saat ini: belum ada bukti kuat bahwa pohon tersebut dapat berjalan 20 meter seperti yang sering diceritakan.
Angka 20 meter menjadi bagian dari cerita populer mengenai walking palm. Beberapa versi bahkan menyebut pohon bisa bergerak beberapa sentimeter per hari hingga mencapai sekitar 20 meter per tahun.
Namun, klaim spektakuler tersebut tidak didukung pengukuran ilmiah yang menunjukkan batang Socratea exorrhiza dewasa benar-benar berpindah sejauh itu. Pembahasan ilmiah modern justru menyebut klaim pergerakan lateral pada palma dewasa masih tidak terbukti.
Sebagai gambaran, 20 meter merupakan jarak yang sangat besar untuk tumbuhan yang dianggap bergerak perlahan. Jika sebuah pohon dewasa benar-benar bergeser sejauh itu setiap tahun, peneliti relatif mudah mendokumentasikan perubahan posisinya menggunakan titik pengukuran tetap.
Karena itu, cerita “20 meter” lebih tepat ditempatkan sebagai klaim populer atau legenda wisata, bukan fakta botani yang telah dikonfirmasi.
Kalau Tidak Berjalan, Mengapa Akarnya Mirip Kaki?
Di sinilah pohon berjalan Socratea menjadi lebih menarik. Hilangnya cerita fantastis tentang pohon yang berjalan tidak membuat akar Socratea kehilangan keunikannya.
Sebaliknya, penelitian menunjukkan akar tunjang tersebut berkaitan dengan strategi pertumbuhan yang sangat efektif di hutan tropis.
Studi Gregory R. Goldsmith dan Rakan A. Zahawi yang terbit dalam Revista de Biología Tropical meneliti karakter akar Socratea exorrhiza pada dua lokasi neotropis. Para peneliti membandingkan pohon di permukaan datar dengan pohon di lereng.
Mereka tidak menemukan pola sederhana yang menunjukkan akar hanya berfungsi untuk menopang tanaman pada lereng curam.
Namun, penelitian menemukan hubungan positif antara arsitektur akar tunjang dan kemampuan tumbuhan mengalokasikan pertumbuhan secara vertikal. Dengan kata lain, sistem itu kemungkinan membantu Socratea tumbuh tinggi sambil tetap mempertahankan stabilitas tubuh.
Strategi untuk Cepat Mengejar Cahaya
Cahaya merupakan sumber daya yang sangat berharga di hutan hujan.
Kanopi yang rapat membuat tanaman muda harus bersaing keras untuk mendapatkan sinar matahari. Karena itu, kemampuan bertambah tinggi dengan cepat bisa memberikan keuntungan besar.
Penelitian Goldsmith dan Zahawi menunjukkan akar tunjang dapat membantu Socratea exorrhiza mempertahankan kestabilan tanpa harus terlebih dahulu menginvestasikan terlalu banyak energi untuk memperbesar diameter batang atau sistem akar bawah tanah.
Dengan strategi tersebut, tumbuhan bisa memanfaatkan celah cahaya di kanopi lebih cepat.
Jadi, Socratea mungkin tidak “berjalan menuju cahaya”. Namun, struktur akarnya tetap dapat membantu tanaman memenangkan persaingan untuk memperoleh cahaya.
Pohon Berjalan Socratea Punya Akar yang Terus Berganti
Satu alasan lain mengapa mitos berjalan terdengar masuk akal adalah sifat dinamis akar Socratea.
Akar tunjang baru dapat muncul dari bagian atas kerucut akar dan tumbuh menuju tanah. Sementara itu, beberapa akar lama di bagian dalam atau tepian dapat mati.
Pergantian tersebut membuat susunan akar terlihat berubah dari waktu ke waktu.
Namun, perubahan akar tidak otomatis berarti batang utama ikut bergeser dari satu lokasi ke lokasi lain.
Bayangkan sebuah bangunan dengan beberapa tiang penopang yang terus diganti. Pergantian posisi dan jumlah tiang tidak berarti bangunannya berjalan.
Analogi itu membantu menjelaskan bagaimana kesan visual dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda dari proses biologis sebenarnya.
Seberapa Tinggi Socratea exorrhiza?
Pohon berjalan Socratea bukan palma kecil. Kajian Smithsonian menyebutnya sebagai palma berukuran sedang yang dapat mencapai tinggi sekitar 25 hingga 30 meter.
Sementara itu, bentuk akar tunjangnya juga bisa sangat mencolok. Sejumlah kajian menggambarkan akar yang muncul tinggi dari bagian batang lalu menyebar menuju permukaan tanah.
Akibatnya, ruang kosong terbentuk di bawah pangkal batang. Inilah yang memberikan kesan visual bahwa pohon berdiri menggunakan beberapa “kaki”.
Menariknya, Socratea juga berbeda dari banyak palma dalam beberapa aspek pertumbuhan batangnya. Penelitian sebelumnya mencatat spesies ini mampu mengalami peningkatan diameter setelah pemanjangan sumbu batang, sebuah karakter yang cukup unik di antara palma.
Akar Unik Bukan Sekadar Pajangan
Ilmuwan telah mengusulkan beberapa fungsi untuk akar tunjang pada palma tropis.
Selain membantu pertumbuhan vertikal, akar tersebut kemungkinan meningkatkan dukungan mekanis terhadap batang. Beberapa hipotesis lain menghubungkannya dengan kondisi tanah basah, pemulihan setelah gangguan fisik, serta kemampuan tumbuhan mempertahankan tubuh tinggi dengan batang relatif ramping.
Namun, peneliti tetap berhati-hati.
Tidak semua hipotesis mendapatkan dukungan yang sama kuat. Misalnya, studi terhadap Socratea di lereng dan area datar tidak menemukan perbedaan karakter akar yang sesuai dengan dugaan sederhana bahwa akar tunjang berkembang khusus sebagai respons terhadap kemiringan tanah.
Karena itu, struktur akar Socratea kemungkinan memiliki fungsi lebih kompleks daripada sekadar “menahan pohon agar tidak jatuh”.
Bisa Pulih Setelah Tertimpa Pohon
Hutan hujan merupakan lingkungan yang sangat dinamis.
Dahan besar dapat jatuh tanpa peringatan. Pohon tua juga bisa tumbang akibat angin, hujan, tanah jenuh air, atau kerusakan batang.
Untuk palma muda, kejadian tersebut dapat menghancurkan posisi pertumbuhan normal.
Namun, penelitian lama pada kelompok ini menunjukkan akar tunjang dapat membantu tanaman muda membangun kembali posisi tegaknya setelah terkena gangguan. Proses semacam inilah yang kemudian ikut mendorong munculnya istilah “walking”.
Meski begitu, bergerak setelah roboh berbeda dengan melakukan lokomosi aktif.
Tanaman tetap mengandalkan pertumbuhan jaringan baru, bukan mengangkat akar lalu melangkah seperti hewan.
Mengapa Mitos Pohon Berjalan Bertahan Begitu Lama?
Cerita mengenai pohon berjalan Socratea memiliki semua unsur yang mudah menarik perhatian.
Bentuk akarnya aneh. Habitatnya berada di hutan tropis yang lebat. Selain itu, perubahan akar berlangsung perlahan sehingga sulit diamati dalam sekali kunjungan.
Cerita bahwa pohon berjalan mencari cahaya pun terasa masuk akal ketika orang melihat akar menjulur ke berbagai arah.
Di sisi lain, istilah “walking palm” sendiri membuat orang langsung membayangkan kemampuan bergerak.
Begitu sebuah cerita masuk ke buku perjalanan, artikel populer, unggahan media sosial, dan penjelasan pemandu wisata, klaim tersebut semakin mudah diterima sebagai fakta.
Padahal, sains bekerja dengan standar berbeda. Peneliti perlu menentukan posisi batang, mengukurnya secara berulang, mengontrol pertumbuhan akar, lalu menunjukkan perpindahan yang konsisten.
Sampai sekarang, bukti semacam itu belum mendukung cerita bahwa palma dewasa berjalan hingga puluhan meter.
Mitosnya Salah, tetapi Pohonnya Tetap Luar Biasa
Menyatakan pohon berjalan Socratea tidak benar-benar berjalan bukan berarti spesies tersebut menjadi biasa.
Justru fakta biologisnya menawarkan cerita yang lebih menarik.
Tumbuhan ini mampu menopang batang tinggi menggunakan sistem akar yang tampak rapuh, tetapi bekerja efektif di lingkungan tropis. Akar tersebut tumbuh, berganti, dan membantu palma mempertahankan arsitektur tubuhnya.
Selain itu, Socratea exorrhiza tersebar luas di wilayah tropis Amerika dan berinteraksi dengan ekosistem hutan dalam berbagai cara. Kew juga mencatat pemanfaatan spesies ini oleh manusia dan satwa.
Masyarakat di beberapa wilayah bahkan memanfaatkan bagian batang Socratea untuk berbagai kebutuhan tradisional. Tinjauan mengenai spesies ini mencatat penggunaan batang sebagai material lantai dan dinding rumah di sejumlah komunitas pedesaan Amazon.
Fakta Singkat Pohon Berjalan Socratea
Berikut rangkuman fakta penting mengenai tanaman tersebut:
- Nama ilmiahnya Socratea exorrhiza.
- Termasuk keluarga Arecaceae.
- Nama populernya walking palm.
- Tumbuh terutama di hutan tropis basah.
- Sebarannya membentang dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan.
- Memiliki akar tunjang yang keluar dari batang di atas permukaan tanah.
- Pohon dapat tumbuh hingga sekitar 25–30 meter.
- Akar baru dapat tumbuh ketika akar lama mati.
- Akar tunjang membantu mendukung strategi pertumbuhan tanaman.
- Kemampuan berjalan pada palma dewasa belum mendapat bukti ilmiah kuat.
- Klaim mampu berpindah 20 meter sebaiknya dipandang sebagai cerita populer, bukan fakta yang telah terbukti.
Jadi, Apakah Pohon Berjalan Socratea Benar-Benar Berjalan?
Kesimpulannya, pohon berjalan Socratea memang memiliki akar yang membuatnya tampak seolah berdiri dengan kaki. Akar baru juga tumbuh sementara beberapa akar lama dapat mati.
Namun, penelitian tidak mendukung gambaran bahwa pohon dewasa sengaja bergerak melintasi hutan dengan menumbuhkan akar ke depan dan meninggalkan akar di belakang.
Klaim tentang perpindahan hingga 20 meter juga belum memiliki landasan pengukuran ilmiah yang meyakinkan. Tinjauan Smithsonian terbaru menyebut kemampuan “berjalan” pada palma dewasa masih belum terbukti.
Meski mitosnya terdengar lebih dramatis, kenyataan biologis Socratea tetap mengagumkan. Akar tunjangnya memperlihatkan bagaimana tumbuhan mengembangkan solusi struktural untuk tumbuh tinggi, bertahan di hutan tropis, dan bersaing mendapatkan cahaya.
